Mancini Cemas City Bernasib Seperti Lazio

  • Liga Inggris
  • 0
  • 19 Mar 2012 15:53

img_mancini-171011.jpg

Manajer Manchester City Roberto Mancini di sesi konferensi pers jelang laga penyisihan Grup A Liga Champions menghadapi Bayern Muenchen, 26 September 2011. AFP PHOTO / CHRISTOF STACHE

Liputan6.com, Manchester: Sebelum memutuskan gantung sepatu, manajer Manchester City Roberto Mancini sempat menjadi pemain Lazio di periode 1997-2000. Di musim pertamanya bersama Sven-Goran Eriksson, Mancini berhasil meraih gelar Coppa Italia 1997-1998.

Di musim keduanya, Mancini sempat nyaris mengantarkan Lazio meraih gelar scudetto Serie A Italia untuk kali pertama dalam 26 tahun terakhir. Sayangnya, keunggulan tujuh poin yang dimiliki Biancocelesti pupus setelah disalip AC Milan yang di pengujung musim akhirnya tampil sebagai juara dengan selisih satu angka. Baru di musim 1999-2000 Mancini mampu mengantarkan gelar scudetto.

Rupanya, kegagalan Lazio di musim 1998-1999 membekas dalam hati Mancini. Karenanya, kini Mancini mengaku  cemas jika nasib mantan klubnya itu tertular pada The Citizens. Lo? Di musim lalu, City sukses mengantarkan gelar FA Cup. Nah, di musim ini, setelah lama bertengger di puncak klasemen, The Citizens dikudeta saingan beratnya Manchester United. Persis seperti yang terjadi di Lazio di musim 197-1998 dan 1998-1999.

“Saya pikir kami dapat mengaitkan antara Lazio dan City. Sejauh ini, kami melakukan sejumlah kesalahan. Tapi, saya kira itu adalah hal yang normal bagi klub seperti kami yang tengah berkembang,” aku Mancini.

Peluang City untuk mengembalikan jaraknya dengan Setan Merah sangat tergantung dari keberhasilan skuad Mancini melalui rintangan terjal di Etihad Stadium, Rabu (21/3) lusa, saat menjamu Chelsea. Bek City asal Argentina Pablo Zabaleta menilai kembalinya Carlos Tevez dapat menjadi kartu truf bagi City untuk bersaing dengan MU sampai akhir musim.

“Selama dua minggu ia (Tevez) telah kembali berlatih dengan keras. Saya dapat melihat kondisinya semakin siap tempur. Kami butuh sosok seperti Tevez mengingat kami gagal menampilkan performa terbaik kami dalam beberapa pertandingan terakhir. Saya yakin, Carlos dan Mancini telah menutup cerita lama di antara mereka berdua dan terfokus untuk membantu tim,” ujar Zabaleta.(MEG/People)

Like this article?

0 likes & 0 dislikes


Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler