20 May 2013 | 00:38:39

bola

Fathanah Pernah Minta Sefti Antar Kardus ke Luthfi Hasan

oleh Edward Panggabean

Anterior

bola

Geng Klewang Perkosa Korban karena Tolak Bayar `Pajak`

oleh Rizki Gunawan

Próxima

Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas

Liputan 6 SCTV | oleh Tim Liputan 6 SCTV
Posted: 20/05/2012 05:15
Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
Liputan6.com, Jakarta: Liputan 6 SCTV sudah 16 tahun hadir bagi pemirsa. Semua ini tak lepas dari kerja keras tim Liputan 6 untuk memberikan yang terbaik meski harus mengorbankan nyawa mereka.

Sekitar 15 tahun lalu tepatnya pada 1997 Liputan 6 SCTV kehilangan kamerawan terbaiknya Yance Iskandar. Yance meninggal dalam tugas jurnalistiknya ketika meliput bencana asap di Desa Sibolangit, Sumatra Utara. Ketika itu Yance bertugas bersama reporter Ferdinandusius.

Pesawat Garuda yang membawa Yance ke Sibolangit terhempas di Desa Buah Nabar. Peristiwa ini tentu saja menjadi kenangan yang terus membekas dibenak Tutik Heryantinah, istri mendiang Yance. Tutik telah kehilangan sosok suami yang jujur, berani dan humoris. Tidak hanya Tutiek yang kehilangan Yance, namun juga Claresta. Putri Yance ini ditinggalkannya saat berusia delapan bulan. "Sampai sekarang pun aku tak bisa lupa," kata Tutik, belum lama ini.

Peristiwa lainnya yang masih membekas di seluruh jajaran Liputan 6 SCTV adalah peristiwa karamnya kapal Levina pada Februari 2007 lalu. Bersama tenggelamnya Levina, kamerawan senior Liputan 6 SCTV Muhamad Guntur Syaifullah juga ikut tenggelam.

Guntur yang sudah bergabung dengan SCTV sejak 1996 itu, ditemukan meninggal di pantai pariwisata Ardam, Muara Mati, Bekasi, Jawa Barat, sekitar tiga mil dari lokasi karamnya kapal Levina. "Saya pikir dia orang yang sangat kuat," kata Siti Maemunah, istri Guntur.

Gugurnya Ferdinand, Yance dan Guntur, dalam tugas jurnalistik semata untuk mempertahankan Liputan 6 SCTV tetap aktual, tajam dan terpercaya. Semangat dan dedikasi kerja ketiga almarhum akan terpatri dan menjadi teladan bagi seluruh jurnalis televisi Liputan 6 SCTV.(IAN)
JW Player goes here
18 Komentar Untuk Artikel Ini
harrey raka @ 2012-06-18 18:30:14
gumbam pelsok
ARIS ORTEGA @ 2012-06-16 09:06:50
Konsekuensi menjadi wartawan saat bertugas untuk menyampaikan informasi ke masyarakat, sudah seharusnya menjadi bahan pemikiran lebih serius para pihak terkait. Kewajiban perusahaan mengarunsarikan solusi awal yang tidak bisa dikesampingkan.
defi_dwi @ 2012-06-14 10:44:18
Maju trs Liputan 6, q sll gk ketinggalan berita2 dari kmu.. perjuangan masih panjang..
riki @ 2012-06-14 09:31:15
semoga perjuangannya tidak sia sia dan jadi ibadah baginya dan semoga syahid di sisi tuhan
dezert @ 2012-06-13 20:06:02
smoga mereka di terima di sisiNYA,,, yang coment g berperikemanusiaan itu klo dia mati kagak usah angkat mayatnya,,,,mereka2 itu yang merugikan rakyat banyak nantinya..kasian ya menciptakan manusia yang pintar gemang gampang,,tapi menciptakan orang yang p
dezert @ 2012-06-13 20:03:33
smoga mereka di terima di sisiNYA,,, yang coment g berperikemanusiaan itu klo dia mati kagak usah angkat mayatnya,,,,mereka2 itu yang merugikan rakyat banyak nantinya..kasian ya menciptakan manusia yang pintar gemang gampang,,tapi menciptakan orang yang
malvin @ 2012-06-13 10:39:51
pahlawan apaaaa lagiiiii...????
ery @ 2012-06-13 09:12:52
didunia ini tdk ada yg aman dr kematian, kalau sdh kehendak Illahi.
johan @ 2012-06-13 07:46:04
akhlak seseorang bisa di lihat dari kata2 dan tingkah laku....orang yg bodoh adalah orang suka marah2 dan menyalahkan orang lain.....
ana @ 2012-06-11 17:03:46
@paixxx sekitar 15 tahun lalu yah bener lah 1997 bukan 1977...udah slah ngomongnya kasar lagi....
dewi @ 2012-06-11 15:40:56
komentar saya tidak ada hubungannya dgn artikel, tp sy ingin menyarankan kpd admin web ini agar menyeleksi komentar yg msk, kl isinya ga ada manfaatnya didelete aja, palagi kl isinya cuman menghujat. makasih
Horas Pangaribuan @ 2012-06-10 19:47:58
Giliran udah mati aja, dibilang kamerawan terbaik. Pas idup? Baaah... diomelin mulu saban hari..
cinta perdamaian @ 2012-06-05 20:31:31
coba jng ada yg berkata kurng sopan disini, emang bagus ya kata2 bodoh, goblog dsb. kalo anda sekalian merasa berpendidikan anda sadar apa yang anda ucapkan.
Yan Du @ 2012-05-24 21:11:40
Menurut kesaksian langsung dari ibu Hartini bahwa beliau turun temurun memakan cendol buatan sendiri dengan mencampurkan tawas saat pembuatannya hingga sekarang tidak ada satupun anggota keluarganya yang menderita seperti apa yang dinyatakan di dalam kete
Icangunsar @ 2012-05-20 13:28:25
Sblm coment hrs kita pahami dl apa isi dan makna kabar trsbt,jd jlsnya hrs hati2 keluarkan pndpt agar tdk merugikan sepihak.
wong top @ 2012-05-20 13:20:02
Rausah podo padu tho????gitu aja kok brantem.Ayo kita dukung team garuda di palestine.
nemo @ 2012-05-20 11:09:01
yang bodoh,goblog tu kamu,bs baca g?ksh koment tu jgn asal jeplak
paimoa @ 2012-05-20 09:26:51
disinilah letak kebodohan atau mungkin kecerobohan redaksi "Sekitar 15 tahun lalu tepatnya pada 1977 Liputan 6 SCTV ........"
Gunakan Account Facebook atau Twitter Anda untuk Memberi Komentar

  
Follow Us:
RSS Twitter Facebook
Liputan Champions