Tyton Selamatkan Polandia

on Jun 09, 2012 at 00:53 WIB

Liputan6.com, Warsawa: Drama terjadi di partai pembuka dan perdana penyisihan Grup A Euro 2012 antara tuan rumah Polandia dan Yunani yang berlangsung di National Stadium, Warsawa, Jumat (8/6) sore waktu setempat atau Sabtu (9/6) dinihari WIB. Ditandai dengan dikeluarkannya dua kartu merah, masing-masing untuk bek Yunani, Sokratis Papastathopoulos dan kiper Polandia, Wojciech Szczęsny, kedua tim akhirnya harus puas dengan hasil imbang 1-1 (1-0).

Hasil ini merupakan pukulan bagi kedua tim. Pasalnya, The White Eagles, julukan Polandia, sempat unggul 1-0 dan mendapat keuntungan surplus pemain sampai berakhirnya babak pertama. Namun, justru Ethniki, julukan Yunani, yang tampil spartan di babak kedua, mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan berpeluang besar meraih kemenangan saat mendapat hadiah tendangan penalti. Sayang, eksekusi kapten tim Giorgos Karagounis dengan mudah dapat dibaca kiper cadangan Polandia, Przemsylaw Tyton.

Sejak kick-off, di depan publiknya sendiri, Polandia tampil agresif dan memegang kendali jalannya pertandingan. Memasuki menit keempat, The White Eagles mendapat peluang pertama ketika tembakan kaki kiri gelandang Ludovic Obraniak harus ditip kiper Yunani, Kostas Chalkias. Di menit ke-11, Yunani sempat membalas lewat sundulan striker Theofanis Gekas yang masih melenceng di sisi kanan gawang Wojciech Szczęsny. Beberapa detik kemudian, tembakan kapten Jakub “Kuba” Blaszczykowski melambung jauh dari sasaran.

Di menit ke-13, Polandia mendapat peluang emas ketika umpan silang bek Lukasz Piszczek yang gagal diantisipasi kiper Chalkias gagal disambar Robert Lewandowski di mulut gawang. Namun, empat kemudian, Lewandowski membayar tuntas kesalahannya lewat sundulannya yang menggetarkan gawang Chalkias meneruskan umpan silang yang disodorkan kapten Kuba. Skor 1-0 untuk Polandia.

Yunani yang tertinggal mencoba bangkit. Namun, buruknya penampilan Karagounis dkk di lini tengah membuat tim tamu kerap kehilangan bola. Sebaliknya, Polandia kian di atas angin. Di menit ke-37, publik Warsawa nyaris berjingkrak kegirangan ketika bek Damien Perquis membuang peluang emas menyusul tembakan keras kaki kirinya yang masih melenceng dari gawang Chalkias.

Polandia mendapat keuntungan ketika di menit ke-44 bek Sokratis mendapat dua kartu kuning alias kartu merah usai melanggar Rafal Murawski. Keputusan yang terbilang kontroversi. Yunani tampil dengan 10 pemain. Beberapa detik sebelum jeda tiba, Yunani memrotes putusan wasit Carlos Verlasco Carballo yang bergeming dengan insiden hand-ball yang mengenai Perquis.

Di babak kedua, dengan keyakinan tinggi dan berbekal suprlus pemain, Lewandowski dkk berinisiatif menggempur gawang Yunani. Namun, masuknya striker pengganti Dimitris Salpingidis menggantikan gelandang Sotiris Ninis justru membuat permainan Ethniki yang tampil dengan 10 pemain lebih kompak. Hasilnya, dibarengi dengan blunder yang dilakukan kiper Szczęsny di menit ke-50, Yunani mampu menyamakan kedudukan melalui sodokan Salpingidis. Skor 1-1. Yunani kian percaya diri. Sebaliknya, mental para pemain asuhan Franciszk Smuda anjlok. Di menit ke-62, Yunani mendapat peluang emas. Lolos dari jebakan off-side, tembakan kaki kiri Giorgios Samaras justru ngawur.

Di pertengahan babak, Polandia mendapat malapetaka. Lagi, Szczęsny melakukan kesalahan fatal dengan melanggar Salpingidis yang kembali lolos dari jebakan off-side di dalam kotak terlarang. Tak ampun, wasit mengeluarkan kartu merah langsung bagi kiper utama Arsenal tersebut dan memberikan hadiah penalti bagi Yunani. Sayang, peluang emas tersebut gagal diselesaikan kapten tim Karagounis yang bertindak sebagai algojo. Eksekusinya dengan mudah dapat dibaca kiper cadangan Polandia, Przemyslaw Tyton.

Sejatinya, momen tersebut pantas dimanfaatkan Polandia. Namun, Yunani membuktikan punya mental juang yang pantas diacungi jempol. Alih-alih kecewa dengan kegagalan penalti tersebut, Karagounis dkk tetap memegang kendali pertandingan. Hasilnya, di menit ke-74, gawang Tyton jebol oleh sepakan Salpingidis. Naas bagi Yunani, gol tersebut dianulir menyusul posisi Salpingidis yang telah berdiri dalam posisi off-side. Sampai pertandingan berakhir, Polandia gagal menampilkan performa terbaiknya. Skor pun tetap 1-1.(MEG)
Suka artikel ini?

0 Comments