Mike Tyson Bintang Muda Raja KO [2]

  • Corner
  • 0
  • 30 Agu 2013 08:00
Hidup adalah misteri. Tak seorang pun mampu mengurai apa dan mengapa misteri itu terjadi. Filsuf fenomenologi dan eksistensialisme asal Prancis Gabriel Marcel (1889-1973) yang sangat berpengaruh itu menyebut misteri sebagai sesuatu yang melampaui daya nalar manusia. Misteri bukan untuk diungkap namun selayaknya dialami, dirasakan, dan kemudian dipercaya. Karena misteri tentang kehidupan menyangkut sesuatu yang amat besar dan absolut.

Semula tak pernah ada yang menyangka, bocah remaja yang tiap hari bisanya hanya bikin masalah dan keluar masuk tempat rehabilitasi anak-anak nakal itu ternyata di kemudian hari begitu terkenal seantero bumi. Sosok Mike Tyson yang semula bukanlah siapa-siapa, akhirnya eksistensinya sangat diperhitungkan orang. Itulah misteri kehidupan yang proses perjalanannya panjang penuh dengan liku dan tak seorang pun tahu.

'Sekolah' dan suasana tempat tinggal baru di sasana tinju D’Amato di Catskill Boxing Club pada tahun 1980 menjadi titik awal perubahan hidup Mike. Sasana milik pelatih tinju legendaris itu bagi Mike, bagaikan sekolah baru yang memang cocok bagi dirinya. Dengan kata lain, keliaran dan kebengalan Mike Tyson menjadi 'jinak' di sini. Hubungan pribadi Tyson dan Cus D'Amato pun kian dekat. Di berbagai kesempatan, Tyson mengungkapkan hubungannya yang sangat dekat dengan D'Amato laiknya seorang ayah kandung sendiri. Figur bapak, didapatkan Tyson yang telah ditinggalkan ayahnya Jimmy Kirkpatrick sejak masih balita, ada pada D'Amato. Pelatih gaek itu tak hanya membina Mike, tapi juga mendidik, menanamkan kedisiplinan, dan melatihnya bagaimana mengendalikan diri. Upaya kerja keras itu dibantu sang asisten Kevin Rooney.

“Dia menghancurkan hidup saya. Tapi kemudian ia membangunnya kembali,” ungkap Tyson menggambarkan sosok D'Amato pada suatu kesempatan.  

Langkah awal Tyson di kancah tinju dengan terjun di kelas amatir. Pengalaman buruk sempat dialami si bocah bengal itu, ketika ditaklukkan Henry Tillman di ajang kualifikasi tinju amatir menuju Olimpiade. Pengalaman itu membekas di benak Tyson dan memacunya untuk berlatih lebih keras lagi.

Debut Tinju Pro Saat Menginjak Usia 18 Tahun

Mike Tyson makin mantap ingin hidup dan berkarier di dunia tinju. Keputusan Tyson tak salah. Pada debutnya di tinju profesional melawan Hector Mercedes tahun 1984, si bengal mampu memukul KO lawannya. Tak main-main, Hector takluk di ronde pertama. Namun sayang, kemenangan awal ini tak disaksikan sang ibu yang telah wafat 1982, dua tahun sebelum Mike memutuskan berkarier di tinju profesional. Ibundanya, Lorna Smith Tyson meninggal akibat sakit kanker.

Sejak kemenangan itu, Mike Tyson terus membukukan kemenangan demi kemenangan. Di sepanjang 1985, Tyson menjalani 15 laga. Hasilnya, fantastis. Semua pertarungan berakhir dengan kemenangan KO. Seluruh lawan, nyaris tumbang di ronde pertama.



Seperti mengulang tahun sebelumnya, di tahun 1986 pun Mike Tyson menorehkan kemenangan di 12 pertarungan. Suasana sedih setelah ditinggal wafat Cus D'Amato 1985, justru memicunya untuk terus maju. Setelah D'Amato tiada, Rooney mengambil alih posisi sang legenda melatih Tyson.

Peringkat Mike Tyson terus menanjak dan gelar resmi pun diraih. Pemegang gelar juara tinju kelas berat versi WBC Trevor Berbick bertekuk lutut. Inilah gelar pertama kali yang berhasil direngkuh Tyson 22 November 1986 yang mulai dikenal publik sebagai 'monster dingin' di atas ring. Mike Tyson tercatat sebagai juara tinju kelas berat termuda, yang kala itu tepat berumur 20 tahun.

Gelar juara dunia kelas berat bergengsi ini segera saja menjadi incaran para petinju. Giliran James Smith pemegang gelar juara dunia kelas berat versi WBA yang berjuluk 'bonecrusher' menantang sang monster Mike Tyson. Pertarungan yang digelar di Las Vegas, Nevada 7 Maret 1987 itu menjadi momen amat penting bagi Tyson. Meski hanya menang angka atas James Smith, namun gelar juara dari dua versi tinju yang berbeda berhasil disatukan. Mike Tyson pun menjadi penyandang gelar juara tinju dunia kelas berat versi WBC dan WBA. Luar biasa!

Setelah sukses menyatukan dua gelar dunia yang sangat bergengsi itu, Tyson pun berambisi meraih satu lagi: Gelar IBF dari pemegangnya Tony Tucker. Jika Mike berhasil menaklukkan Tucker, maka gelar juara dunia sejati ada dalam genggaman tangannya. Impian Tyson terwujud. Tucker dinyatakan kalah angka pada duel 1 Agustus 1987. Mike Tyson resmi menjadi juara tinju dunia sejati kelas berat termuda yang menggenggam gelar dari tiga komisi tinju dunia sekaligus: WBC, WBA, dan IBF.



Sejak itulah, Tysonmania menyebar ke seluruh jagad raya. Mike Tyson bisa dibilang sukses menjadi ikon tinju dunia dan simbol 'power'. Bermacam-macam predikat itu tak terlalu berlebihan, mengingat prestasi spektakuler Mike Tyson dengan raihan kemenangan 28 kali, 26 di antaranya menang KO atau TKO. Bahkan, dari pertarungan tersebut 16 di antaranya menang KO pada ronde pertama! Tak mengherankan juga, bila berbagai julukan media menancap kuat pada sosok pemuda yang dulu bukanlah siapa-siapa itu.

Kehidupan Mike Tyson langsung berubah 360 derajat. Ke mana pun Tyson berada selalu menjadi pemberitaan dunia. Kehidupannya pun bergelimang dengan ketenaran, uang, kekayaan, dan wanita.

Bagaimana kehidupan Mike Tyson yang tak sekadar menjadi sosok atlet tinju dunia tapi juga berubah jadi selebritas kelas atas yang suka pesta sampai mabuk hingga melupakan kedisiplinan berlatih ala profesional? Dan bagaimana pula perilaku Tyson di luar ring tinju? Ikuti terus Kisah Si Leher Beton berikutnya.

Baca juga:
* Barca Masuk Grup Maut, Ini Tanggapan Messi
* Mourinho Ngamuk Ditanya Rekor Buruk Lawan Guardiola
* Franck Ribery, Pemain Terbaik Eropa 2013
* Kekuatan Utama Muenchen di Mata Mourinho
* Barca Serius Buru Torres
* Guardiola: Mourinho Rajanya Serangan Balik
* Ini Dia 10 Atlet Terpopuler di Twitter

Credit: Vin


Related Articles
Comments 0
Sign in to post a comment
Terpopuler