Rangers dan Unirea Kena Denda  

Liga Champions
ME Gunawan
13/11/2009 02:40
Trofi Europa League dipajang dalam acara undian fase penyisihan grup di Monaco, Jumat (28/8). (uefa)
Trofi Europa League (© uefa)

Liputan6.com, Nyon: Buntut dari kerusuhan suporter dan rusaknya infrastuktur Stadionul Steaua, Bukarest, saat digelarnya pertandingan antara Unirea Urziceni dan Rangers di matchday keempat Grup Liga Champions, Rabu (4/11) lalu, UEFA menjatuhkan hukuman berupa denda kepada kedua klub.

Rangers, klub asal Skotlandia, terkena denda 20 ribu euro (sekitar Rp 240 juta) dan wajib mengganti seluruh biaya perbaikan stadion. Sementara, Urinea, klub Rumania, hanya didenda 8.000 euro (sekitar Rp 112 juta).

Konfirmasi jatuhnya hukuman kepada kedua klub dilansir di laman resmi UEFA. “Komisi Disiplin dan Kontrol UEFA telah menjatuhkan hukuman berupa denda kepada Rangers sebesar 20 ribu euro dan menginstruksikan untuk mengganti biaya kerusakan infrastruktur stadion yang disebabkan tindakan tak pantas yang dilakukan suporter dari klub Skotlandia (Rangers) di Rumania pada 4 November.

Sementara, terkait hukuman yang diberikan kepada Unirea, Komisi Disiplin dan Kontrol UEFA menyatakan, “Unirea Urziceni diberi sanksi berupa denda sebesar 8 ribu euro terkait lemahnya organisasi penyelenggaraan di partai yang sama.”

Baik Rangers dan Unirea mempunyai waktu tiga hari setelah putusan dirilis untuk melakukan proses naik banding. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan hasil imbang 1-1. Unirea untuk sementara menempati peringkat runner-up grup di bawah Sevilla dan satu strip di atas Stuttgart. Rangers terbenam di posisi juru kunci.(MEG)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.