Barca Beri Pelajaran pada Inter  

Penyisihan Grup F Liga Champions
ME Gunawan
25/11/2009 04:38
Para pemain Barcelona merayakan gol Gerard Pique (tak tampak) ke gawang Inter Milan dalam penyisihan Grup F Liga Champions yang berlangsung di Nou Camp Stadium, 24 November 2009. AFP PHOTO / LLUIS GENE
Para pemain Barca (© AFP 2009)

Liputan6.com, Barcelona: Juara bertahan Barcelona memberi bukti bisa “hidup” tanpa dua pemain bintangnya, Lionel Messi dan Zlatan Ibrahimovic. Menjamu Inter Milan, Xavi Hernandez dkk unggul 2-0 langsung. Kedua gol kemenangan Los Azulgrana yang memperbesar peluang lolos ke babak 16 besar dicetak Gerard Pique di menit ke-10 dan Pedro Rodriguez di menit ke-26. Dengan hasil ini, Barca memuncaki klasemen sementara grup dengan perolehan delapan poin, unggul dua angka dari Nerazzurri. Kedua tim cukup bermain aman di partai pamungkas guna bersama-sama melangkah ke babak knock-out.

Di laga big-match tersebut, Jose Mourinho kehilangan pemain andalannya Wesley Sneijder yang mengalami cedera paha di laga internasional. Posisinya sebagai trequartista diambil alih Dejan Stankovic yang bakal mendukung duet striker Samuel Eto’o dan Diego Milito. Di lain pihak, Lionel Messi dan Zlatan Ibrahimovic duduk di bench. Posisi kedua maestro Los Azulgrana itu ditempati Pedro Rodriguez dan Andres Iniesta. Sementara Eric Abidal yang diklaim terjangkit virus flu babi, kembali fit dan menempati starting line-up.

Sejak kick-off babak pertama, Barca yang sadar hanya dengan kemenangan akan membuka lebar-lebar jalan ke perdelapan final, langsung mengambil inisiatif. Meski minus Ibra dan Messi, Xavi dkk mampu mendikte jalannya pertandingan. Bahkan tak berlebihan jika anak-anak asuhan Pep Guardiola memberi pelajaran kepada Nerazzurri. Gempuran sporadis tuan rumah membuahkan hasil di menit ke-10 lewat sodokan Gerard Pique meneruskan umpan flick Henry lewat sundulannya memanfaatkan bola hasil tendangan penjuru. 1-0 untuk Barca.

Empat menit kemudian, Xavi nyaris menggandakan keunggulan timnya setelah tendangan bebasnya dari jarak 24 meter meluncur tipis di atas mistar gawang Julio Cesar. Barca tetap dominan. 25 menit pertandingan berlalu, tak satu kali pun para pemain Inter mampu menusuk ke kotak penalti Barca. Di menit ke-26, publik Nou Camp kembali bersorak-sorai melihat gawang Inter jebol untuk kali kedua. Gol ini tercipta lewat kerja sama yang cantik antara Xavi, Alves dan Pedro. Menguasai bola di jantung pertahanan Inter, tanpa terduga Xavi menyodorkan umpan mendatar ke sektor sayap dimana Alves berlari. Melihat Henry yang dikawal ketat Lucio dkk, Alves menyodorkan umpan jauh kepada Pedro yang datang tanpa kawalan. Sepakan kaki kiri Pedro tak mampu ditepis secara sempurna oleh Julio Cesar. 2-0 untuk Barca.

Inter baru mendapatkan tendangan sudut kali pertama ketika pertandingan berusia 29 menit. Tapi, tak ada ancaman berarti yang terjadi di depan gawang Barca. Lima menit kemudian, Victor Valdes membuat blunder yang nyaris mendatangkan gol balasan bagi Inter. Hilang kontrol bola saat menerima back-pass dari Abidal, bola di kaki Valdes nyaris diserobot Eto’o. Bola sapuan Valdes jatuh di kaki Stankovic. Sayang, tendangan langsungnya ke gawang yang telah kosong jauh dari akurat dan melambung.

Di babak kedua, Mourinho menurunkan Sulley Muntari dan menarik keluar Cambiasso. Inter mencoba menguasai bola. Namun, di menit ke-54 justru Barca yang nyaris mencetak gol tambahan ketika sundulan Xavi secara gemilang masih dapat ditepis Julio Cesar. Pun begitu pula dengan tendangan bebas mendatar Alves dari jarak 28 meter yang juga dapat diblok Julio Cesar. Semenit kemudian, Inter baru mendapat peluang berarti untuk pertama kali lewat Eto’o. Namun, setelah lepas dari kawalan Pique, tendangan Eto’o justru melebar jauh dari sasaran. Usaha Mourinho memasukkan dua pemain, Mario Balotelli dan Ricardo Quaresma tidak berdampak banyak pada kinerja Nerazzurri. Sampai peluit akhir berbunyi, Barca tetap unggul 2-0.

Susunan Pemain
:
Barcelona: Victor Valdes, Daniel Alves, Gerard Pique, Carles Puyol (KK), Eric Abidal (Maxwell), Xavi, Sergio Busquets, Seydou Keita, Pedro (KK, Bojan Krkic), Thierry Henry, Andres Iniesta (Dos Santos).
Inter: Julio Cesar, Maicon, Walter Samuel, Lucio, Cristian Chivu (KK), Javier Zanetti, Esteban Cambiasso (Sulley Muntari), Thiago Motta, Dejan Stankovic (Mario Balotelli), Diego Milito (Ricardo Quaresma), Samuel Eto’o.
Wasit: Massimo Busacca (Swiss)
(MEG)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
zero @ Rabu, 25 November 2009 | 18:19
mantap kalii.
marilyn manson @ Rabu, 25 November 2009 | 09:21
ya iyalah... Barcelona cuma memiliki rasa kekompakan Tim, untuk memberikan permainan yang menyerang yang solid,dan dinamis, bukan karena memiliki pemain bintang. Barca selalu mengatur ritme permainan saat bola ada dikaki mereka.. saya harap, Liga Indonesia bisa belajar seperti Barca. :D Hidup Liga Tanah Air.. :D

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.