Tekuk Wolfsburg, CSKA Pelihara Peluang  

Penyisihan Grup B Liga Champions
Dimas Ramadani
26/11/2009 02:19
Bek CSKA Moskow, Sergei Ignashevich (kanan) berduel dengan Sascha Riether, pemain VfL Wolfsburg, dalam laga Liga Champions di Moscow, 25 November 2009. AFP PHOTO/YURI KADOBNOV
CSKA Moskow vs Wolfsburg (© AFP 2009)

Liputan6.com, Moskow: Juara Bundesliga Jerman, VfL Wolfsburg gagal memastikan diri merebut tiket ke fase knock-out Liga Champions setelah kalah 1-2 dari CSKA Moskow, Rabu (25/11). Dengan hasil ini CSKA membuka peluang merebut tiket ke babak 16 besar.

Publik Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, terhenyak ketika Edin Dzeko membawa Wolfsburg memimpin 1-0 di menit ke-19. Dzeko yang lolos dari perangkap offside menuntaskan umpan Obafemi Martins. Tertinggal membuat CSKA sengit melancarkan serangan. Namun serangan tuan rumah tidak ada yang membuahkan hasil hingga turun minum.

Penampilan gemilang Diego Benaglio di depan gawang Wolfsburg akhirnya bisa ditaklukkan Tomas Necid melalui sundulan di menit ke-58. Gol tersebut tercipa berkat umpan Eugeni Aldonin. Semangat Sergei Ignaschevic dkk kian menggelora untuk menciptakan gol kemenangan.

Di menit ke-66 melalui tendangan jarak jauh gelandang asal Serbia, Milos Krasic, CSKA balik memimpin 2-1. Dan hingga pertandingan usai CSKA mampu menjaga kemenangan. Hasil ini mengamankan CSKA, juga Wolfsburg, untuk tampil di Europa League.

Dengan poin tujuh, sama dengan Wolfsburg yang unggul head to head berkat kemenangan 3-1 di kandang, CSKA tetap menghuni peringkat ketiga. CSKA lolos ke babak selanjutnya jika menang di kandang Besiktas di partai pamungkas, sambil berharap Wolfsburg minimal seri dengan MU.(DIM)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.