Dunne: Kuncinya di Croke Park  

Jelang Play-off PD 2010
Dimas Ramadani
12/11/2009 21:00
Bek tengah Timnas Republik Irlandia, Richard Dunne.
Richard Dunne (guardian)

Liputan6.com, Dublin: Babak kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Eropa memasuki putaran sudden-death. Delapan tim memperebutkan empat tiket terakhir menuju Afrika Selatan (Afsel) yang disediakan buat "Benua Biru", salah satunya pertemuan Republik Irlandia versus finalis tahun lalu, Prancis.

Tidak sedikit yang beranggapan partai paling menyita perhatian. Untuk leg pertama, dari dua leg yang dijadwalkan, Irlandia bertindak selaku tuan rumah di Croke Park, Dublin, Sabtu (14/11). Tulang punggung pertahanan Irlandia, Richard Dunne berharap dukungan dari suporter mereka akan menstimulasi The Boys in Green tampil penuh semangat.

“Kami tim yang sulit dikalahkan dan hal itu akan sangat dipengaruhi semangat dan kesungguhan tim. tidak diragukan lagi Prancis lebih difavoritkan, tapi tidak mengapa,” kata centre-back Aston Villa ini seperti dilansir situs resmi klubnya tersebut. “Mereka tidak akan mudah bermain untuk melangkah ke Afsel.”

Dunne menyatakan bahwa tim asuhan Giovanni Trapattoni akan bermain penuh semangat juang. “Jika mereka mengerti akan hal itu maka kami akan bermain dengan cara demikian. Atmosfir penonton pada Sabtu nanti akan sangat membantu kami,” pekik Dunne. “Saya bisa membayangkan seisi kota akan menyuarakan dukungannya dan kondisi itu akan sangat menyenangkan.”

Partai di Croke Park wajib dimenangkan Irlandia. Hasil seri hanya akan menyulitkan mereka yang pada Rabu (18/11) ganti bertamu di Stade de France, Saint-Denis. Kualitas skill individu pemain Les Bleus tidak bisa dipungkiri lebih unggul. Jadi, “jika seseorang dilewati, pemain lain harus melapis. Bila perlu kami semua keluar lapangan sambil merangkak karena saking letihnya,” ujar mantan pemain Manchester City ini lebih lanjut. (DIM)

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Wawancara
Tetap Lapar dengan Gelar
Mohamed Zidan

Tetap Lapar dengan Gelar  

Mesir menoreh rekor baru: tampil sebagai yang terbaik di Afrika tiga kali berturut-turut. Secara keseluruhan, The Pharaohs merengkuh trofi Piala Afrika tujuh kali. Meski demikian, menurut Mohamed Zidan, timnya tetap lapar dengan gelar.